Go

Apa itu Interferensi Bahasa?

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada August 25th at 10:58am
Share :

Interferensi adalah kekeliruan berbahasa yang disebabkan oleh pengaruh bahasa lain yang sering digunakan sehingga mempengaruhi penggunaan bahasa lainya baik berupa pengaruh fonologis, morfologis, sintaksis, ataupun leksikonnya. Banyak pandangan para linguist tentang arti interferensi, misalnya Chaer (1998:159-160) menjelaskan Interferensi merupakan penyimpangan dalam menggunakan suatu bahasa dengan memasukkan sistem bahasa lain. Sedangkan Hartman dan Stork (1972:115) menjelaskan bahwa interferensi adalah the errors by carrying over the speech habits of the native language or dialect into a second language or dialect. (kekeliruan yang disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan ujaran bahasa atau dialek ibu terbawa ke dalam bahasa atau dialek kedua). Akan tetapi, pada dasarnya interferensi terjadi pada seseorang yang bilingual karena memiliki konsep berbahasa lebih dari satu. Hal yang pasti dari interferensi adalah adanya pengaruh bahasa lain terhadap bahasa yang diucapkan (Nababan, 1984; Valdman 1966; Weinreich, 1970)

1. Interferensi Fonologis

Interferensi fonologis berkaitan dengan pengaruh bunyi dari bahasa lain. Contoh yang paling banyak adalah interverensi dalam bahasa Indonesia karena pengaruh bahasa daerah, misalnya dalam bahasa Jawa pada dialek tertentu –misalnya dialek Semarang- yang banyak menggunakan akhiran [e] ketika berbahasa misalnya [tnane]. Morfem {e} tersebut sebagai penanda penguat atau pemerjelas. Ketika menggunakan bahasa Indonesia sering sekali menggunakan bunyi [e] pada akhir kata atau kalimat, misalnya dalam kata nggake, rumahe, dan dosene. Contoh dalam kalimat misalnya “aku tidak tahue”. Kata-kata tersebut padalah di ucapkan dalam rangkaian bahasa Indonesia. Contoh lain misalnya orang yang berbahasa Jawa ketika mengucapkan nama tempat yang diawali bunyi [b], [d],dan [g] akan diawali dengan bunyi [n] misalnya pada kata ndemak, [m] misalnya pada kata mbali, dan [misalnya pada kata garut.

2. Interferensi Morfologis

Interferensi morfologis terjadi karena pengaruh proses pembentukan kata dari bahasa lain. Dalam bahasa Inggris tidak mengenal proses reduplikasi sebagai penanda jamak atau plural. Akan tetapi dalam bahasa gaul yang digunakan anak muda Indonesia pada sosial media seperti facebook dan twitter terjadi penggunaan reduplikasi dalam berbahasa Inggris, misalnya “heart-heart ya” yang berarti hati-hati ya. Bentuk lainya adalah pengaruh morfem {er} sebagai penanda pelaku misalnya pada kata player, manager, dan follower dalam bahasa Inggris yang kemudian mempengaruhi dalam morfologi, misalnya orang yang suka menggunakan facebook disebut dengan facebooker, pecinta band Ungu disebut dengan Ungu Kliker.

3. Interferensi Sintaksis

Interferensi sintaksis terjadi karena pengaruh dari sistem pembentukan kalimat dari bahasa lain, misalnya dalam bahasa Inggris konsep kata adalah MD, menerangkan diterangkan, contohnya adalah Anggun’s Salon. Hal ini berpengaruh pada sintaksis dalam bahasa Indonesia misalnya penamaan- penamaan pada nama-nama toko atau jaza layanan juga menggunakan konsep seperti bahasa Inggris, misalnya Nadia Salon bukan Salon Nadia.

4. Interferensi Leksikon

Interferensi leksikon terjadi karena pengaruh penggunaan leksikon dari bahasa lainya. Interferensi leksikon ini juga banyak sekali dalam pemakaian bahasa. Misalnya pengaruh leksikon bahasa daerah yang digunakan pada saat berbahasa Indonesia, contohnya dalam bahasa Sunda ada leksikon ieh, teh, dui dan dalam bahasa Jawa ada leksikon ndak. Dalam penggunaanya misalnya pada kalimat; “ini teh susu”, “ieh kamu kenapa”?, dan “aku ndak tahu” __ Referensi__

Chaer, A. & L Agustina. 1998. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.

Nababan. P.W.J. 1984. Sosiolingustik. Jakarta: Gramedia.

Saville-Troike, Muriel. 1982. The Ethnography of Communication. Oxford : Basil Blackwell Publisher. Penguin Books.

Artikel Lainnya

Age atau Old
Days and Months
Perbedaan Cara Membaca Nama Jalan dan Nomor Telepon dalam Bahasa Inggris UK dan USA
Perbedaan Penggunaan Been dan Gone
Clause
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi