Go

Sejarah Singkat Kamus Bahasa Inggris

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada December 14th at 8:39am
Share :

Beberapa referensi memang menyatakan bahwa sejarah perkamusan di Inggris sering dikaitkan dengan nama tersohor Samuel Jhonson (1755) sebagai Bapak Leksikografi Inggris. Jhonson menyusun Dictionary of the English Language. Pada saat itu Jhonson berpendapat bahwa kamus berfungsi sebagai penjaga kemurnian sebuah bahasa sehingga kamus yang disusunnya begitu preskriptif dalam arti dengan jelas berada di posisi tengah dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal tersebut juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Bapak Leksikografi Amerika Webster yang menyusun An American Dictionary of the English Language (1828). Selanjutnya, para generasi penerusnya menggunakan nama Webster untuk menyebut kamus tersebut (Chaer, 2007: 190).

Namun, yang lebih menarik adalah apa yang ditulis oleh Osselton (dalam Hartmann, 1993) menyebutkan bahwa sejarah perkamusan di Inggris memiliki tiga babak besar yakni pada masa sebelum abad ke-17, abad ke-17 hingga 18, kemudian abad ke-18 ke atas. Sejarah kamus ekabahasa yang pertama dalam sejarah perkamusan Inggris ditulis oleh Robert Cawdrey (Sebelum abad ke-17) seorang guru yang tidak dikenali di wilayah Oakham negeri Rutland pada zaman Shakespeare.

Kamus yang disusun oleh Cawdrey berisi 2.500 entri dan dianggap sebagai buku kecil yang mengecewakan. Hal ini dikarenakan pada zaman yang sama telah hadir kamus InggrisLatin yang mengandung 20.000 item leksikal. Namun, awdrey menunjukkan kemajuan yang cukup besar dalam menyusun kamusnya mengingat kamus tersebut merupakan kamus ekabahasa (Inggris-Inggris) yang pertama dalam sejarahnya. Pada kurun abad ke-17 hingga abad ke-18 telah diketahui bersama bahwa masa tersebut diisi oleh seorang Samuel Jhonson yang sebagaimana disebutkan di atas dinobatkan sebagai Bapak Leksikografi Inggris (1755).

Sedangkan pada abad ke-18 dan seterusnya, perkembangan kamus Inggris telah mencapai puncaknya dengan menolak kenyataan kamus sebelumnya yang hanya mendikte suatu bahasa yang benar dan yang salah atas nama kemurnian bahasa. Sehingga lahirlah kamus A New English Dictionary on Historical Principles (1934) yang dikenal dengan Kamus Oxford serta diikuti oleh Webster‘s Third New International Dictionary (1961) (Periksa Chaer, 2007:190-191).

Referensi

Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

___________. 2007. Leksikologi dan Leksikografi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Harimurti Kridalaksana. 1988. Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Kanisius.

Hartmann, R.K.K. 1983. Leksikografi: Prinsip dan Amalan. Diterjemahkan oleh Zainab Ahmad. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia.

Kushartanti, dkk. 2007. Pesona Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subroto, D. Edi. Seminar Nasional I Semantik. Ikhwal Relasi Makna: Beberapa Kasus dalam Bahasa Indonesia. S–2 Linguistik, UNS, 26–27 Februari 1999.

Artikel Lainnya

Complement of Sentence
Sepatuku Hilang: Fonem S, P, T, dan K yang Luluh dalam Bahasa Indonesia
Semantik Gramatikal dan Semantik Leksikal; di mana Batas Perbedaannya?
It's Time dalam Kalimat Past Subjunctive
Would Like
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi