Go

Perbedaan Antara Linking Verb dan Auxiliary Verb

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada September 22nd at 7:08pm
Share :

Berbicara verb -entah di Bahasa Inggris ataupun Bahasa Indonesia- sebenarnya terdapat beberapa jenis-jenis verb. Jenis-jenis verb bisa dibagi menjadi beberapa macam, misalnya finite dan nonfinite, transitive dan intransitive, regular dan irregular, serta linking dan auxiliary verb. Gambaran verb secara umum bisa sahabat buka di sini.

Khusus pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara linking verb dan auxiliary verb. Kita akan membahas bagaimana penggunaan linking verb dan auxiliary verb di dalam Bahasa Inggris. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan linking verb dan auxiliary verb di bawah ini.

A. Linking Verb

Linking verb adalah kata kerja penghubung. Beberapa ahli linguistik juga menyebut linking verb dengan istilah copula. Fungsi dari linking verb adalah sebagai kata kerja yang menjelaskan atau mendeskripsikan atau memberi informasi tambahan terdapat subjek kalimat.

a. This coat feels good

b. He is a monster

c. He looks stunning

d. My eyes feel really sore.

Dari contoh-contoh kalimat yang menggunakan linking verb di atas, kita bisa melihat ciri-ciri dari linking verb, yaitu:

(gambar diambil dari grammar monster)

  1. Linking verb terletak antara subjek dan predikat

  2. Linking verb tidak digunakan bersamaan dengan kata kerja lainya

  3. Linking verb diikuti oleh kata sifat, kata benda, atau kata keterangan

  4. kalimat yang menggunakan linking verb maka wajib disertai dengan predikat, jika tidak ada maka kalimat tersebut tidak sempurna dan tidak bermakna, misalnya:

She is

My eyes feel

You look

Di bawah ini adalah kata kerja yang termasuk linking verb

B. Auxiliary Verb

Auxiliary verb atau yang biasa kita sebut dengan kata kerja bantu -istilah lainya adalah "helping verb"- adalah kata kerja yang mempunyai kemampuan untuk memodifikasi makna dari sebuah kata kerja. Apa yang dimaksud dengan memodifikasi kata kerja? Hal ini dikarenakan kata kerja ini tidak memiliki makna leksikal (makna asal yang sebenarnya) sehingga artinya dapat mengubah kata kerja yang mengikutinya.

Auxiliary verb di dalam kamus Cambridge diartikan sebagai “a verb that gives grammatical information that is not given by the main verb of a sentence”. Kita bisa artikan bahwa auxiliary verb adalah kata kerja yang memberikan informasi gramatikal yang tidak diberikan oleh kata kerja utama.

a. I have read a book [saya telah membaca sebuah buku]

Pada contoh kalimat di atas, "have" merupakan auxiliary verb yang memodifikasi makna "read". “Read” secara literal berarti “membaca”. Ketika have diletakan sebagai auxiliary verb “have read” maknanya menjadi “telah membaca”

b. she is studying English (dia sedang belajar Bahasa Inggris)

Pada contoh kalimat di atas, is adalah auxiliary verb. “Is” memodifikasi makna “studying” yang berarti “belajar” ketika is diletakan sebelum “studying” sebagai auxiliary verb maka merubah makna menjadi “sedang membaca”

c. do you love me?

"Do" pada kalimat di atas adalah contoh auxiliary verb. Sedangkan kata kerja utamanya adalah “love”. “Do” yang terletak di awal kalimat digunakan sebagai penanda kalimat bahwa kalimat tersebut adalah kalimat pertanyaan. Sehingga secara arti kata, kita bisa terjemahkan “do” dengan “apakah”

Berikut ini kata kerja yang termasuk ke dalam auxiliary verb

C. Perbedaan linking verb dan auxiliary verb

1. Linking verb terdiri dari satu verba sedangkan auxiliary verb terdapat dua verba atau lebih

Hal yang perlu diingat adalah auxiliary verb selalu berpasangan dengan kata kerja utama. Sehingga ketika berdiri sendiri maka dia adalah kata kerja sendiri, entah sebagai kata kerja utama atau sebagai kata kerja penghubung. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini

a. She is playing badminton.

b. She is a badminton player.

"Is" pada kalimat (a) adalah auxiliary verb karena berpasangan dengan kata kerja playing. Sedangkan is pada kalimat (b) merupakan linking verb karena berdiri sendiri tanpa diikuti kata kerja yang lain.

2. Linking verb berfungsi menghubungkan subjek dengan predikat, sedangkan auxiliary verb digunakan untuk memodifikasi kata kerja

3. Linking verb memiliki makna literal, misalnya feel memiliki makna “merasa”, “sound” memiliki arti “terdengar” atau “become” memiliki arti “menjadi” sedangkan semua auxiliary verb kecuali modal tidak memiliki arti literal. Artinya akan berubah-ubah tergantung kata yang dimodifikasi, misalnya "do" yang diikuti "not" berati tidak, sedangkan "do" pada kalimat pertanyaan berarti "apakah"

4. Hampir semua auxiliary verb bisa berfungsi sebagai linking verb, sedangkan tidak semua linking verb bisa berfungsi sebagai auxiliary verb. Kata kerja "be" seperti is, am, are, was, dan were bisa kita gunakan sebagai linking verb dan juga sebagai auxiliary verb. Syaratnya jika menjadi auxiliary verb adalah diikuti kata kerja lainya, seperti pada kslimat she is playing badminton


Artikel terkait

1. Verb

2. Apa Perbedaan Auxiliary Dan Modal?

Artikel Lainnya

Ago
Up
Perbedaan Pengucapan dan Makna Even dan Event
Manfaat daftar Frekuensi dalam Korpus Bahasa
Phrasal Verb di dalam Bahasa Inggris Untuk Memerintah (Bagian 2: H-Z)
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi