Go

Asyiknya Belajar Bahasa Arab

Ditulis oleh DR. Tubagus Chaeru Nugraha
Dipublikasikan pada May 20th at 12:46am
Share :

Belajar /ta’li:m/ adalah upaya memperbaiki /sulu:k/ ‘perilaku’ atau /’a:dat/ ‘kebiasaan’ dengan /tadri:b/ ‘pelatihan’ yang sistematis. Belajar bahasa Arab (bA) pun merupakan bagian mengubah kebiasaan dalam menggunakan bahasa dengan cara berbahasa yang baru. Ada sebagian orang Indonesia menganggap bahwa bahasa Arab sulit dipahami. Hal ini disebabkan antara lain tipologi morfologis bahasa Arab /infleksional/ ‘perubahan internal’, sedangkan tipologi bahasa Indonesia (bI) /aglutinatif/ ‘berimbuhan’. Contohnya:

 

Bahasa Arab (bA)

Bahasa Indonesia (bI)

كَتَبَ

كَاتِبٌ

tulis

penulis

/KaTaBa/ ‘tulis’

/Ka:TiBun/ ‘penulis’

 

Imbuhan (prefiks)

 

Sesungguhnya, belajar bahasa Arab sangat mengasyikkan. Mengapa asyik?! Karena Asyiik (Arah tujuannya jelas, Semangat belajarnya tinggi, Yakin dengan metode yang digunakan; Ikhlas/ Ikhtiar dengan berlatih, dan Kreatif mengerjakan tugas). Sebenarnya, belajar bahasa Arab tidak jauh berbeda dengan belajar bahasa asing yang lainnya. Hal yang pertama dan utama adalah tetapkan dulu apa tujuan belajarnya? Paling tidak ada empat kemahiran yang menjadi targetnya, yaitu: (1) Kemahiran menyimak (maha:ratu ‘l-istima:’); (2) Kemahiran berbicara (maha:ratu ‘l-kala:m); (3) Kemahiran membaca (maha:ratu ‘l-qira:’ah); dan (4) Kemahiran menulis (maha:ratu ‘l-kita:bah).

Apabila kita belajar menyimak dan berbicara dengan bahasa Arab, kita harus tahu betul manfaatnya. Beberapa manfaatnya antara lain: (1) Kita bisa bergaul dengan tidak kurang dari 280 juta orang penutur asli  (native speakers) di 25  negara sebagai bahasa resmi dan; (2) ditambah dengan 250 juta orang penutur bahasa Arab baku (fushah) yang tersebar di seluruh dunia.

Ketika kita mulai berlatih mendengar dan berbicara bahasa Arab, biasanya diawali dengan belajar fonologi (ilmu bunyi) secara praktis. Perhatikan dengan cermat bunyi dan pengucapan huruf hamzah dan ‘ain ini! Pada bahasa  Arab, bunyi berfungsi membedakan makna. Contohnya, kata ألِيْمٌ /`ali:mun/ berarti ‘seorang yang sakit’, sedangkan kata عَلِيْمٌ /‘ali:mun/ menunjukkan arti ‘orang yang berpengetahuan’. Demikian juga, kata يَأمُرُ /ya`muru/ menunjukkan arti ‘dia seorang pria sedang memerintah’, sedangkan  kata يَعْمُرُ /ya‘muru/ menunjukkan arti ‘dia seorang pria sedang memakmurkan’, dan selanjutnya. Bagi kita yang terbiasa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, akan dapat dengan mudah membedakan ketika menyimak dan pengucapkan hamzah dan ‘ain juga huruf-huruf yang sejenis lainnya dalam berbagai bentuknya. Jadi, selain semangat belajar bahasa Arab, juga harus semangat membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan cara pengucapan   huruf (makhraj-tajwid)-nya.

Artikel Lainnya

Apa Perbedaan Suatu dan Sesuatu?
Kosakata Yang Berhubungan Dengan Liburan Dan Hari Raya Di Dalam Bahasa Inggris
Advanced atau Advance
Perbedaan Antara Lose, Lost, Loose, dan Loss
Finite Verb dan Non-Finite Verb
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi