Go

Pengertian dan Jenis-Jenis Kamus

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada September 22nd at 6:33pm
Share :

Kamus adalah sebuah buku berisi kata-kata dari sebuah bahasa, biasanya disusun secara alfabetis, disertai keterangan akan artinya ucapannya, ejaannya, dan sebagainya. Di dalam sebuah kamus yang ideal sepatutnya diberikan juga keterangan tentang pemenggalan kata, informasi tentang asal-usul kata, informasi tentang baku dan tidaknya sebuah kata, informasi tentang kata-kata arkhais dan juga klasik, informasi tentang area penggunaan kata, informasi tentang status sebuah kata, dan berbagai informasi lainnya.

Berdasarkan rentang waktu
1) Kamus linguistik sinkronis

Kamus linguistik diakronis berhubungan dengan sejarah dan perkembangan kata-kata (unit leksikal) dan fungsi utama kamus ini adalah untuk menangani pengembangan leksikon. Kamus linguistik diakronis dibagi menjadi dua jenis, yakni kamus historikal dan etimologikal. Kamus Historikal fokus pada perubahan yang terjadi dalam bentuk dan arti kata (unit leksikal) dalam periode waktu yang ada bukti sejarah. Adapun kamus etimologikal fokus pada asal usul kata (unit leksikal). Kamus ini dianggap kamus yang menangani prasejarah dari kata-kata.

2) Kamus linguistik sinkronis

Kamus linguisti sinkronis fungsinya adalah untuk menangani stok leksikal suatu bahasa pada satu tahap perkembangannya. Istilah sinkronis ini seolah-olah dihubungkan dengan keadaan bahasa pada satu titik pada waktunya.

Berdasarkan isinya
1) Kamus Umum
Dalam kamus umum, dimuat kata-kata yang umum digunakan atau yang ada dalam satu bahasa. Kamus ini menampung seluruh bidang keilmuan yang beraneka ragam. Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta adalah salah satu bentuk kamus umum. Kata-kata yang agak khas atau spesifik tidak dimuat dalam kamus tersebut.

2) Kamus Khusus
Kamus khusus adalah kamus yang lemanya terbatas mengenai satu bidang ilmu atau bidang kegiatan. Dalam hal ini kekhususan itu dapat dibagi dua, yaitu berkenaan dengan bahasa itu sendiri dan berkenaan dengan bidang kegiatan atau keilmuan. Kamus yang berkaitan dengan bidang kebahasaan mencakup kamus lafal, kamus ejaan, kamus sinonim, kamus antonim, kamus homonim, kamus idiom/ungkapan, kamus kata serapan, dan kamus peribahasa. Lalu, yang berkaitan dengan kegiatan atau keilmuan, misalnya kamus istilah olehraga, pertanian, kimia, perdagangan, keamanan, dan komputer. Pembatasan jenis kamus umum dan kamus khusus dapat didasarkan pada variasi bahasa yang dipahami, pada klasifikasi teks, atau pada prinsip-prinsip yang ditentukan oleh peneliti kamus. Kamus khusus atau terbatas berdasarkan variasi bahasa dapat dicontohkan seperti kamus dialek. Kamus dialek dapat bekerja dalam dua cara yang berbeda, yaitu sebagai berikut. Kamus menawarkan informasi lengkap tentang leksikon dialek masing-masing atau bentuk lokal bahasa tanpa referensi ke dialek lain. Kamus hanya mendaftar dan menjelaskan apa yang berbeda dari dialek lain.
Dalam kamus khusus juga terdapat indeks dan konkordansi. Indeks merupakan kutipan dari awal mula sebuah kata muncul dalam teks, biasanya disertai dengan informasi yang tidak ada di kamus lainnya. Sedangkan konkordansi adalah kutipan dari semua ayat di mana kata terjadi. Alasan lain penulis kamus membatasi dalam penulisan kamus adalah dari etimologi kata, apakah kata-kata tersebut dari kata-kata pinjaman, akronim, dan singkatan. Alasan pembatasan juga dapat menjadi properti semantik, misalnya dalam kamus sinonim.

Lawan dari kamus khusus adalah kamus umum. Kategori umum berhubungan dengan bahasa secara umum tidak fokus terhadap satu bidang saja.Perluasan dari kamus yang bersifat kamus yang bersifat deskriptif (descriptive dictionary) dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

Kamus deskriptif standar (standard-descriptive dictionary). Kamus deskriptif standar dikarakteristikkan menggunakan bahasa nasional standar, tidak berhubungan dengan segala hal yang berupa variasi bahasa, berorientasi bagaimana bentuk bahasa yang akan datang, dan sesuai dengan norma kebahasaan. Sebagai contoh, seorang anggota gangster akan berusaha keras untuk mengecek apakah makna yang ia tahu tentang ‘pencuri’ sama dengan yang dimiliki oleh rekan seprofesinya. Contoh lain: orang yang berdialek Banyumas atau yang sering dikatakan sebagai bahasa "ngapak-ngaoak" memiliki kekhususan-kekhususan yang tidak dimiliki oleh bahasa Jawa standar.
Kamus deskriptif keutuhan atau kamus informasi (overall-descriptive dictionary/ informative dictionary). Kamus overall-descriptive berbeda dengan jenis kamus standard-descriptive dalam dua hal yakni: kamus jenis pertama menjelaskan lebih dari bahasa nasional standard an kamus jenis overall-descriptive tidak berorientasi pada penggunaan di masa yang akan datang. Kamus jenis ini cenderung bersifat lebih historis daripada jenis standard-descriptive dictionary karena kemungkinan seseorang membaca buku tua yang ditulis dengan cara kuno. Misalnya dalam kamus Baoesastra Djawa.

Berdasarkan penggunaan bahasa sasaran
1) Kamus Ekabahasa (Monolingual)
Kamus ekabahasa adalah kamus yang bahasa sumbernya sama dengan bahasa sasaran. Dengan kata lain, kata-kata yang dimuat dalam kamus dijelaskan maknanya dengan kata-kata dari bahasa sama. Contoh-contoh kamus jenis ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa, Kamus Umum Bahasa Indonesia Karya W.J.S. Poerwadarmita (1960).
Kamus ekabahasa ini karena hanya menjelaskan makna/arti kata dalam dengan menggunakan bahasa yang bersangkutan, tentu saja kamus ini dimaksudkan untuk pembaca atau penutur bahasa itu, tetapi sedang mempelajar bahasa itu atau juga untuk memperluas pengetahuan.

2) Kamus Dwibahasa (Bilingual)
Kamus dwibahasa adalah kamus yang bahasa sumbernya tidak sama dengan bahasa sasarannya. Artinya, kata-kata dari bahasa yang dikamuskan dijelaskan dengan kata-kata dari bahasa lain. Contoh jenis kamus ini misalnya, Kamus Indonesia Inggris karya John M. Echols dan Hassan Shadily (1996), Kamus Aceh Indonesia Karya Aboe Bakar dkk. 1985, Kamus Sa’adah (Inggris - Arab) karangan Khalil Sa’adah, Al-Kamil li at-Tullab (Perancis-Arab) karangan Yusuf Muhammad Ridha, dan sebagainya. Kamus jenis ini demi keperluan praktis banyak yang bersifat bolak-balik. Maksudnya, bagian pertama kata-kata bahasa A dijelaskan dijelaskan maknanya dalam bahasa B, lalu pada bagian kata kedua bahasa B dijelaskan maknanya dijelaskan maknanya dalam bahasa A.

3) Kamus Aneka Bahasa (Multilingual)
Kamus aneka bahasa adalah kamus yang kata-kata bahasa sumber dijelaskan dengan padanannya dalam tiga bahasa atau lebih. Biasanya kata-kata bahasa sumber itu hanya dijelaskan dengan padanan kata dari bahasa-bahasa sasaran. Jadi, kalau dalam bahasa sumbernya bahasa A, padanannya diberikan dalam bahasa B, C, D, dan sebagainya. Tujuan dari penyusunan kamus beraneka ragam. Tujuan kamus monolingual dibuat pada dasarnya sebagai sesuatu yang bersifat deskriptif dan normatif, sedangkan tujuan dibuatnya kamus bilingual adalah membantu menerjemahkan sebuah teks asing ke dalam bahasa yang dikuasai oleh si pengguna kamus tersebut. Tingkat keinformatifan sebuah kamus sangatlah bergantung pada bagaimana entri dalam kamus tersebut membantu tujuan-tujuan praktis penerjemahan. Ukuran atau jumlah entri dalam kamus hanyalah perkiraan kasar seberapa kamus informatif tersebut.

Berdasarkan jumlah ukuran
Berdasarkan ukurannya, kamus bisa dibagi menjadi empat tingkatan yaitu:

1) Kamus besar: memiliki enam puluh ribu entri lebih.
2) Kamus sedang: mempunyai antara tiga puluh lima ribu sampai enam puluh ribu entri.
3) Kamus kecil/ ringkas: mencapai sekitar tiga puluh ribu entri.
4) Kamus saku: mencakup antara lima ribu sampai lima belas ribu entri.

Artikel Lainnya

이것/ 저것/ 그것 (Ini, Itu)
Contraction (Penyingkatan)
Begini Cara Penggunaan Either yang Benar
Singular-Plural Nouns (Kata benda tunggal - jamak)
Reported Speech: Direct & Indirect Speech
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi